Posts

In An Inch

Image
dalam satu inci jarak antara batang hidungku dan batang hidungmu kita terlibat pertengkaran hebat yang selalu implisit yang selalu rumit kau terjebak dalam sorot pandang lawan bicaramu aku terjebak dalam kilatan mata lawan bicaraku dan tak ada satu pun dari kita,  sebelum sajak ini dibebaskan dari naungannya,  yang pernah dengan rendah hati yang hati-hati mengakuinya keadilan  selalu menuntut saksi tapi apa yang bisa kauharapkan  dari sekerumunan keramaian yang selalu diam? dari derap langkah gelap  yang pada akhirnya hanya menyisakan bekas tapak? dari guliran bulir hari,  ke hari, ke hari, ke hari, yang tiada henti — tiada arti? dari segumpal ingin,  yang berkembang jadi hasrat,  yang lalu lenyap,  lindap? dari hati, yang senantiasa mencaci,  yang berkutat lama dengan beribu alasan  untuk memungkiri? dari rindu  yang sembunyi  dibalik s...
Berapa kali kesalahan harus diulang, sampai akhirnya kita sadar bahwa kesalahan adalah salah? Sampai kapan pikiran kita berhenti berspekulasi tentang berjuta pembenaran atas sebahagian besar hal yang kita perbuat? Kapan segala dari diri kita kembali ke keadaan awal?-- Keadaan dimana imunitas akan "guilt" yang besar itu masih belum terperawani nyali? Kemana perginya rasa takut? Kemanakah ia yang tak berani melukan repetisi atas apa yang diyakininya menyimpang?

Rasa

... ... ... "Kamu benar.   Nggak semua harus dipikir pakai otak.   Nggak semua hal harus diketahui sebab-musababnya. Kadang ada hal-hal tertentu yang hanya perlu dirasa.    Nggak kurang, nggak berlebih.   Dirasakan: bentuk utuhnya; seluk lekuknya; kehangatannya; prosesnya saat tumbuh, membesar, dan retak..kemudian meledak lewat buncahan dari tiap partikelnya; hingga proses ketika titik-titik itu dengan perlahan melebur jadi lelehan.    Rasa itu.       Hingga ia akhirnya habis. Lenyap jadi asap—dengan sebagian darinya menyatu menjadikan diri kita yang sekarang."  Rangkaian kata-katanya meluncur lancar tanpa dibuat-buat. Pandangannya lurus, menerawang. Tak lama kemudian ia kembali fokus dengan secangkir cokelat hangat di tangannya, lalu menyesapkannya dengan penghayatan maksimal.  Sejurus kemudian mengalihkan pandangannya kepada lawan bicaranya. Seakan ada yang terlupa. "Hilang, tanpa kita perlu mer...

POTRET TELEVISI

Image
Tivi, Berisi banci Laki laki menjadi wanita seksi Namun wanita seksi Tidaklah didandani serupa lelaki Melainkan dipoles menjadi lebih seksi Semata agar rating meninggi Tivi, Media penyalur tiada henti 24 jam mengisi frekuensi; Pagi berita artis terkini, Siang berita selebritas priyai, Malam berita pejabat korupsi Begitu saja terus dari hari ke hari  Televisi kosan, Selalu mati kubiarkan Hanya ada untuk hiburan Lewat perasaan kepunyaan Tidak kurang, Namun memang berlebih kadang Karena tidak jarang Ada teman datang Dan sunyi akan menyerang Bila tivi kubiarkan tertidur tenang Televisi kosan,   Maka hanya kunyalakan Jika: Satu , dikunjungi teman  Maka hanya kunyalakan Jika: Dua , tiba di malam minggu yang kurang nyaman (Yaitu malam minggu tanpa teman) (Dan atau malam minggu tanpa ajakan makan) (Dan atau malam minggu di mana status Twitter setiap orang berisi kesepian yang lalu membuatku (dan juga kamu * ) jadi ketularan)...

Senyum

saya paling suka yang simpul. dengan tetap terkatup, secara impulsif ujung-ujung terangkat cepat, bertahan sebentar, lalu turun lagi. tapi tetap menyisakan hawa sumringah di wajah. saya paling suka yang simpul. sekejap namun sedikit-banyak terselip isyarat. sedikit-banyak punya arti sendiri, tersembunyi. menyenangkan dan instan dalam kesederhanaan. haha, entahlah.

Cerah

k ala itu petang datang. langit belum pernah secerah ini kala kau bersamanya. kautepuk pundaknya perlahan, lalu mengarahkan telunjukmu ke angkasa. sabit pertama kalian. kau bisa merasakan senyumannya mengembang. *** k ala itu gelap menyelimuti malam. langit belum pernah secerah ini kala dirinya bersamamu. ia senggol engkau pelan, lalu mengarahkan telunjuknya ke angkasa. sabit kedua kalian —  kali ini ditemani belasan bintang di sekitarnya. tidak, Sayang, kauseharusnya mendongak lebih ke atas lagi. katanya langit belum pernah secerah ini di kala kalian sedang bersama. mengejar angin, ditemani puluhan bintang dengan kerlipan mereka yang mesra. kau suka.

White

kadang, bahkan terlalu sering, membohongi diri sendiri menjadi hal yang perlu dilakukan. otak kita adalah sistem yang berisi jutaan informasi yang benar. yang mana kebenaran-kebenaran, adalah hal-hal yang kita percaya. bisa dibilang relatif, tapi dengan berlaku manipulatif pada diri sendiri persepsi mudah dibelokkan. sakit hati, sedih, gelisah, resah; nggak akan ada. mari berbohong :)