Posts

Taring Kehidupan

pertama tama diam membungkam mulutmu ada ruang tamu dalam dadaku yang selalu kubuka pintunya untuk kauketuk agar kaudapat masuk. aku hidangkan 2 gelas air mata padamu dari hasilku menangis di perjalanan pulang sore tadi. aku pun bertanya, "mengapa ia mudah sekali menyudahi mimpi-mimpi yang pernah sama-sama kita bangun bersama?" kau pun menjawab, "mungkin dia hanya senang menciptakan mimpi. aku juga hanya senang menciptakan mimpi." aku bertanya lagi, "mengapa tidak kau ciptakan mereka, dan kau simpan semua di bawah kolong tempat tidurmu, tempat dari mana semua iblis akhirnya akan menampakkan diri mereka satu-persatu? dengan begitu mimpimu, dan mimpimu yang beririsan dengan milik siapa saja dapat menampakkan dirinya kelak." lalu kau menjawab, "aku selalu bilang pada siapa saja yang mengiris mimpi mereka untukku, bahwa aku akan melahapnya sampai habis. aku selalu bilang. tapi kau  dan mereka tetap membungk...

Hujan Kini Tak Lagi Sebaik Tadi (Balasan Hujan Bulan Juni - Sapardi)

Image
ini juli dan aku menghujanimu dalam cemas rintik rinduku semakin deras hingga tangkai bungamu meranggas ini juli dan aku menghujanimu dalam isak jalan tapak menujumu kepalang rusak ini juli dan aku menghujanimu hingga habis tak bersisa terlalu banyak buaian kauserap dari semesta kau tak tahu aku yang mana *** Bandung, 2014 bulan berganti, langit menyepi

In Disguise

Image
mungkin saya berdiri di sini dalam banyak tanya. alangkah singkatnya hidup bagi mereka jika dihabiskan untuk tidak bermain-main dengan rasa cinta. *** di sela debur ombak jari mereka bertaut, kening mereka berkerut, mereka tersenyum ke arah sinar matahari yang mulai muncul dari atas bukit. ada hal yang salah dalam perjalanan ini. perasaan mungkin bisa muncul kapan saja, tapi kesempatan untuk mengungkapkannya hanya muncul satu kali dalam seribu momen yang melibatkan mereka. bicara mereka saling berbisik mengingatkan. tentang apa? apa saja yang bisa ditunjukkan sebagai pemberian perhatian. mereka berpikir bahwa yang lainnya buta, padahal merekalah yang dibutakan oleh sekelebat kuat rasa yang akhirnya bisa saling mereka tunjukkan dihadapan laut lepas, tepat di depan karang-karang yang memecah ombak besar. telihat banyak yang masih tertahan meski keduanya sudah saling menyerahkan sepotong besar perasaan mereka (yang entah akan saling mereka jaga atau tidak) yang jelas terlihat ad...

Sekarang

tirai mengadu tubuh pada pinggir tempat tidur embus angin melayangkan badannya perlahan ada cahaya putih menyusup masuk lewat pori pori berukuran milimeter tak tembus kuku kakinya terantuk sudut kaki kursinya yang tajam patah bau darah segar menyeruak sedikit sakit sebaris "sayang" berdiri di layar laptopnya sebuah pesan berhari hari diabaikan pikiran terbang ke jepara beratap langit, beralas pasir pantai menjemput laut yang wanginya  wangi laut asin lembut * Bandung, cerah. mengakhiri semester sulit, menunggu nilai keluar dari silit ugh.

Mata

Mungkin begini rasanya menjadi orang buta Tak pernah tahu, seberapa bulat indah bulan malam, seberapa terang sinarnya Tak pernah peduli, seberapa luas tebar bintang langit, apakah ada yang sedang memikirkan hal serupa Mungkin begini rasanya menjadi orang buta engkau seolah berhenti menerka karena semua yang kausangka menjadi benar adanya Mungkin begini rasanya menjadi orang buta kau membagi beban satu indera pada sisa yang fungsional sama rata Mungkin begini rasanya menjadi orang buta Ada banyak hal yang bisa lebih kauperhatikan ketimbang hal-hal yang hanya bisa mereka lihat dengan mata *** Tempo hari kacamataku patah Dan aku mulai menikmati hari-hari buram yang buramnya tak pernah kusangka

Satu Tahun

Image
satu tahun kukira sudah cukup untuk mengubur semuanya mengikis dua tiga empat perkara yang masih menggantung di langit-langit kepala menimbun buncahan sedih dan bahagia yang dulu letup-letupnya menjalar di dada menyapu kenangan yang melayang-layang di mana entah di mana, mungkin di ruang hampa menyudahi semua rasa lewat kata-kata, pun kata lewat segala rasa satu tahun kukira sudah cukup untukmu mengubur semuanya satu tahun, kukira sudah cukup, untukmu bisa tak mengangkatnya lagi apapun ke muka. karena satu tahun, sudah kucukupkan untukku kembali mengangkat kepala setelah selesai melunturkan luka semoga kaujuga, segera. 13122014. bertambah usia. di petang dingin dengan hujan rintik.  sebatas teringat beberapa patah kata, lalu memutuskan untuk merangkumnya dalam prosa,  dan sekadar menambahkan titik di akhir cerita,  sembari bergumam "semoga.. .

Rumah

Image
Lupa. Kadang rumah kita lupakan, sering rumah membuat kita lupa. Sebetulnya impas, tapi tidak juga. Di rumah, aku bisa sarapan dengan khidmat tanpa dibayangi tugas yang pagi itu tenggat atau pun diburu waktu yang mendesak sementara bensin motor sekarat Di rumah, aku bisa membaca setumpuk buku yang tak ada secuilpun hubungannya dengan kuliahku bisa merasa bodoh, tanpa mati kutu Di rumah, aku bisa menjadi aku yang paling buruk rupa tanpa ada yang berkomentar apa-apa pun kalau pun ada, peduliku juga di mana di rumah aku bisa menjadi bagaimana saja Di rumah, ibuku punya asisten yang mencucikan baju menyapu merapikan memasak menyetrika melap porselen melakukan apa pun sampai rumahku jadi keren ia kuat, dan telaten Di rumah, aku bisa tidur sampai melantur lalu bangun, merasa lapar, lalu menuju dapur setelah kenyang, kembali tidur 2014 Merayakan liburan yang telah usai